Pura Suranadi, Lombok Barat

Pura Suranadi
 
Pura Suranaditerletak di Jalan Raya Suranadi - Sesaot, Selat, Narmada, Suranadi, Lombok Barat, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Bar.sangat erat kaitannya dengan perjalanan DHANG HYANG DWIJENDRA yang dikenal juga dengan nama PEDANDE SAKTI WAWURAWUH. Pura Suranadi memiliki makna yang sangat dalam. Suranadi terdiri dari dua suku kata yaitu Sura yang berarti Dewa dan Nadi yang berarti Sungai. Jadi Suranadi bisa diartikan sebagai sungai pemberian Dewa. Konon sebelum beliau meninggalkan Lombok, beliau melakukan Puja Mantra untuk memunculkan Panca Tirtha agar umat Hindu di pulau Lombok dapat melaksanakan yadnya dengan benar dan tertib.
 

Pura ini memiliki pola pura yang terpisah satu sama lain, yakni disesuaikan dengan keberadaan sumber mata air suci yang terdapat di lokasi tersebut. Walaupun terpisah secara fisik, namun dalam menjalankan rangkaian kegiatan ritual pura tersebut merupakan satu kesatuan yang tak bisa terpisahkan.
Keberadaan Pura Suranadi erat kaitannya dengan lima mata air (Panca Tirta atau Pancaksara) yang ada di lokasi tersebut, yaitu:
• Mata Air Toya Tabah
• Mata Air Toya Pabersihan
• Mata Air Toya Panglukatan
• Mata Air Tirta
• Mata Air Pangentas.
Kelima pancuran suci ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, yang dalam bahasa Sasak disebut “Ngentas Male”. Masyarakat Hindu percaya bahwa setelah berdoa, kemudian menyucikan diri dengan air dari kelima pancuran tersebut, maka mereka akan mendapatkan kehidupan yang baru atau “Suranadi”.
Pura Suranadi memiliki tiga buah kelompok pura. Masing-masing diberi nama sesuai dengan fungsi sumber air yang ada di dalamnya. Masing-masing pura itu memiliki area jaba sisi, jaba tengah, jeroan (tri mandala). Pura-pura tersebut, antara lain:
1. Pura Ulon (Gaduh), yakni terletak di ujung timur laut, berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung Taman Wisata Alam, halaman Pura Ulon terdapat Mata Air Panglukatan dan Petirtan;
2. Pura Pangentas, terletak tidak jauh dari Pura Ulon ke arah barat daya, Pura ini dilengkapi dengan dua palinggih dan terdapat Mata Air Pangentas, Panembak, dan Tirta Mapepada, Pura ini difungsikan sebagai tempat mengambil air untuk upacara pitra yadnya;
3. Pura Pabersihan yang berlokasi sekitar 300 meter dari Pura Ulon, Pura ini memiliki Mata Air Pabersihan dengan beberapa macam palinggih dan bangunan pelengkap upacara.
 

Selain pura, anda bisa mengunjungi Taman Pemandian Suranadi yang berada di sebelah Selatan pura. Air di kolam utamanya berasal dari mata air. Jika anda ingin merasakan kesegaran di bawah pancuran, anda bisa menuju ke Pancuran Sembilan, pancuran ini mengalir dari sungai kecil yang berada di sebelah Barat taman.

Menurut legenda, pancuran suci ini berhubungan dengan seorang penyebar agama Hindu dari India yang bernama Dang Hyang Niratha. Ia menyebarkan ajaran Hindu mulai dari Jawa, Bali, dan kemudian ke Lombok hanya dengan berjalan kaki. Sang pendeta selalu membawa sebuah tongkat. Saat tiba di Lombok, Sang pendeta dan rombongan sampai ke kawasan Suranadi. Di kawasan ini mereka beristirahat empat kali. Dan setiap beristirahat, Dang Hyang Niratha menancapkan tongkatnya ke tanah dan keluarlah air yang bersih.Sedangkan konon, keberadaan Pura Suranadi terkait dengan perjalanan Danghyang Dwijendra, dikenal pula dengan nama Pedanda Sakti Wawu Rauh, menuju Sasak (Lombok) untuk kedua kalinya. Di Lombok, beliau dijuluki juga sebagai Pangeran Sangupati. Guna menjaga agar umat Hindu yang ditinggalkan bisa melakukan tertib upacara menurut ajaran agama yang telah ditentukan, lantas beliau dengan puja mantera-nya memunculkan lima mata sumber air di Suranadi.

Tak jauh dari Pura Suranadi, sekitar 100 Meter, anda bisa menikmati pemandangan alam dan udara yang sejuk nan segar di Taman Wisata Alam Suranadi. Hutan yang mengelilingi taman wisata alam ini masih terlindung dan terawat dengan baik. Di dalam nya, anda tak hanya menemui pepohonan bersar dan rimbun saja, anda akan menemukan tanaman langka, dan juga satwa-satwa liar seperti kijang, kera, dan berbagai macam burung.Sebelum beranjak meninggalkan tempat wisata Pura Suranadi Lombok, anda bisa mencoba kuliner tradisional Lombok berupa sate bulayak yang lezat di kawasan parkir area pura.

Posting Komentar

0 Komentar